Senin, 12 Desember 2011

Cara Dahlan Iskan Tangani BUMN Tak Produktif

JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Parman.


- Aset seluruh perusahaan BUMN di Indonesia mencapai Rp2.500 triliun. Namun dari jumlah itu, ternyata banyak aset BUMN yang tidak produktif. Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan memprediksi aset tidak produktif BUMN mencapai Rp500 triliun.

"Banyaknya aset yang tidak produktif ini membebani karena harus membayar PBB, menjaga lahannya biar tidak direbut dan lain-lain,"kata Dahlan Iskan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR-RI di Jakarta, Senin 12/12 malam.

Dahlan menjelaskan untuk menangani aset tidak produktif ini, Kementerian BUMN mempunyai empat cara. Cara pertama adalah aset-aset yang memiliki potensi diproduktifkan. Ia mencontohkan PTPN II mempunyai aset tanah di dalam kota Deli seluas seribu hektar.

"Tanah tersebut diubah dari tanah perkebunan menjadi perkotaan karena tanah seribu hektar kalau tidak didayagunakan dijarah orang," kata mantan dirut PLN ini.

Rencananya tanah itu akan dibangun menjadi mall karena letaknya yang strategis, diantara kota dan bandara baru. Dengan dibangun pusat perbelanjaan, maka akan meningkatkan kekayaan negara itu menjadi ribuan triliun. Adapun tanah-tanah milik PT KA di sekitar stasiun akan dimanfaatkan menjadi real estate.

Sedangkan rencana kedua, aset yang ada akan dialirkan menjadi aset persediaan lalu diserahkan kepada PPA. Cara ketiga, aset tidak produktif ini sebagian disimpan untuk masa depan, atau anggunan perusahaan BUMN tersebut.

Rencana keempat Kementerian BUMN adalah bagi aset yang telah diserobot masyarakat dan telah menjadi kampung padat, atau kantor instansi pemerintah maka akan dihapus dari aset perusahaan BUMN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar